Sabtu, 25 Agustus 2012

Cara Budidaya Ayam Petelur


Buat anda yang hobi sama unggas, tidak ada salahnya kalau mencoba berwira usawa lewat budidaya     ayam petelur. langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.      Pengadaan Bibit Ayam
Bibit yam kampung memang lebih sulit diperoleh dibandingkan bibit ayam ras. Perusahaan bibit ayam ras sudah banyak dimana-mana sedangkan pembibitan ayam kampung masih jarang dilakukan.
Untuk mamulai usaha ayam kampung petelur diperlukan ayam betina berumur 5-6 bulan yang belum pernah bertelur (ayam dara/dedara atu dere).
            Pengadaan bibit dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
a.       Memeliharainduk ayam
Cara ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu dibutuhkannya lahan dan biaya awal yang cukup besar dan memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu diperlukan penguasaan cara memelihara induk ayam dan menetaskan telur.
Keuntungannya yaitu tidak tergantung kelangkaan ayam dedara dipasar.
b.      Membeli telur tetas
Cara ini tidak membutuhkan waktu yang lama namun masalahnya, adakah peternak yang menjual telur tetas?, apakah mudah menguasai cara pembesaran dan penetasannya?, tanpa pengetahuan itu, apa cara ini beresiko tinggi.
c.       Membeli DOC (Day Old Chick)
Cara ini jarang dilakukan karena belum banyak pengusaha yang menjual DOC ayam kampung petelur.
d.      Membeli Ayam Dedara
Membeli dedara dipasar selain terbentur masalah modal juga ketersediaan ayam dipasar, sebab tidak selalu tersedia ayam dedara yang siap bertelur.
2.      Memulai usaha dari induk ayam
Cara ini cocok bagi peternak pemula untuk memperoleh pengalaman:
a.       Memilih induk penghasil telur tetas.
Induk yang baik adalah ayam betina yang berumur 8 bulan atau lebih, sedangkan pejantannya adalah ayam jago yang berumur 12 bulan atau lebih.
Ciri-ciri ayam jantan dan betina yang baik:
-          Tidak cacat
-          Mata tampak jernih
-          Bulu bersih dan mengkilap
-          Gerakannya gesit
-          Pejantan bukan keturunan dari betinanya
-          Badannya sedang
b.      Perhitungan kebutuhan induk
Untuk setiap Unit kandang yang luasnya 6m² diisi 6 ekor ayam betina dan 1 pejantan.
c.       Pemeliharaan
Telur yang dihasilkan harus telur yang sudah dibuahi agar dapat segera ditetaskan, dengan demikian dalam 1 kandang harus ada pejantannya.
d.      Memulai usaha dari telur tetas
Cara ini jarang dilakukan karena sulit mendapatkan bibit yang unggul di pasar. Setelah induk menghasilkan telur, langkah berikutnya adalah:
1.      Memilih telur tetas.
Ciri-ciri telur tetas yang baik adalah:
a.       Kulit telur bersih dan tidak cacat.
b.      Kulit telur tidak tampak terlalu tipis
c.       Bentukna oval dengan perbandingan lebar:panjang 3:4
d.      Ukurannya seragam, bobotnya antara 35-40 g.
e.       Pada bagian dalam bulatan telur yang tumpul terdapat ruang udara yang masih utuh.
f.       Telur berasal dari induk betina yang dikawini pejantan yang baik dan sehat.
g.      Telur tidak disimpan lebih dari 6 hari.
2.      Perhitungan kebutuhan telur tetas
Untuk kebutuhan yang banyak, dianjurkan menggunakan mesin tetas. Alat tetas biasanya dapat memuat 100 butir telur.
3.      Menetaskan telur
Menetaskan telur dapat dilakukan secara alami atau buatan. Penggunaan jasa Entog dapat dilakukan bila Entog sudah siap mengeram. Cara penetasan yang paling aman adalah dengan cara alami, namun hasilnya terbatas. Atau dengan cara lain yaitu dengan menggunakan alat tetas. Karena cara ini memungkinkan pengadaan bibit ayam dengan jumlah lebih banyak.

Terkait

Description: Cara Budidaya Ayam Petelur Rating: 4.5 Reviewer: Firman Wa Firli ItemReviewed: Cara Budidaya Ayam Petelur
Al
Mbah Qopet Updated at: 00.40

0 komentar:

Posting Komentar