Jumat, 31 Agustus 2012

CARA MENGAWINKAN AYAM KAMPUNG


https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTCk2TBm7G2XUkg8WFAUbZYQ1mIk0xWE764zlR2cqYvqrc344YwoQ
Mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina dapat dilakukan setelah ayam jantan benar-benar jinak dan siap kawin. Pada umumnya perkawinan berlangsung pada pagi hari atau sore hari. Diantara ayam hutan yang paling digemari oleh masyarakat pencinta ayam bekisar untuk dijadikan pejantan adlah ayam hutan jantan hijau (gallus varius).

Mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni secara tradisional dan secara modern (inseminasi buatan). Kedua cara mengawinkan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina ini didasarkan pada perlakuan sebelum terjadinya proses perkawinan.

Cara perkawinan tradisional secara paksa dengan induk ditanam, langkah-langkahnya sebgai berikut:

1. Disiapkan lubang dalam tanah yang cukup untuk memasukkan tubuh ayam kampung/induk
2. Ayam kampung betina yang dipilih sebagai induk dibersihkan bulu-bulu di sekitar kloakanya, kemudian diikat kakinya agar tidak bengkak.
3. Kemudian ayam tersebut ditempatkan dalam lubang dengan posisi kloaka menungging ke atas dan ekornya disisihkan kesamping dan diikat dengan tali. Dikanan kirinya badan ayam dipasak dengan bamboo agar tidak bergerak.
4. Kepala dan badannya ditutup dengan rumput agar tidak terlihat oleh pejantannya pada saat dikawinkan.
5. Kemudian memancing birahi ayam hutan jantan dengan menggunakan ayam betina pemancing (ayam hutan atau ayam kampung yang telah cocok)
6. Ayam hutan yang telah berada dalam kurungan didekatkan ke tempat ayam kampung induk hingga jarak kurang lebih 1 meter, lalu dasar kurungan dilepas dan selanjutnya ayam pemancing dipegang dan ditunjuk-tunjukkan ke muka ayam pejantan sambil menggirimgnya bersama-sama kurunganya kea rah ayam kampung induk yang dimasukkan dalam lubang tersebut.
7. Setelah birahi ayam pejantan mulai memuncak dan jengger ayam pemancing di gigit, maka ayam pemancing ini segera digeser ke atas ayam kampung induk yang akan dikawinkan tadi. Kengger ayam yang digigit adalah jengger ayam pemancing, sedangkan alat kelamin pejantan masuk ke kloaka ayam kampung induk.
8. Setelah terjadinya proses perkawinan, maka kloaka ayam induk ditutup dengan tempurung kelapa muda atau dengan alat yang lain agar tidak dikawin oleh ayam lainnya.

Sistem perkembangbiakan ayam bekisar ini merupakan salah satu cara yang biasa dipergunakan oleh para penangkar ayam bekisar di Pulau Kangean, Madura. Cara ini jarang dipakai oleh para penangkar ayam bekisar di Jawa, sebab cara ini dinilainya cukup rumit selain juga memerlukan suatu keterampilan khusus.

Sumber : http://www.central-unggas-hias.com

Terkait

Description: CARA MENGAWINKAN AYAM KAMPUNG Rating: 4.5 Reviewer: Firman Wa Firli ItemReviewed: CARA MENGAWINKAN AYAM KAMPUNG
Al
Mbah Qopet Updated at: 01.40

0 komentar:

Posting Komentar