Rabu, 15 Agustus 2012

Konsep Metodologi Pembelajaran PAI


  1. Metode Pembelajaran
Di tinjau dari segi etimologis (Bahasa), metode berasal dari yunani yaitu “Metodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” yang berarti melalui/melewati, dan “lodos” yang berarti suatu jalan yang di lalui untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa Inggris di kenal term method dan way yang terjemahkan dengan metode dan cara, dan dalam bahasa arab, kata metode di ungkapkan dalam berbagai kata seperti kata al-thoriqoh, al-manhaj, dan al-washilah. Al-thoriqoh berarti jalan, al-manhaj berarti system dan al-washilah berarti mediator atau perantara. Dan demikian, kata arab yang paling dekat dengan arti metode adalah al-thoriqoh.[1]
Pembelajaran atau pengajaranmenurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang di inginkan. Pemilihan, penetapan, dan pengembangan metode ini di dasarkn pada kondisi pengajaran yang ada . kegiatan ini pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran[2].
Ditinjau dari segi penerapannya, metode-metode pembelajaran ada yang tepat di gunakan Untuk siswa dalam jumlah besar dan ada yang tepat untuk siswa dalam jumlah yang kecil. Ada yang tepat di gunakan di dalam kelas atau di luar kelas. Dibawah ini di akan di uraikan secara singkat metode-metode pembelajaran yang sampai saat ini masih banyak di gunakan dalam proses pembelajaran[3] :
a.       Metode Ceramah
Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Guru memberikan uraian atu penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu tertentu (waktunya terbatas) dan tempat tertentu pula. Dilaksanakan dengan bahasa lisan untuk memberikan pengertian terhadap suatu masalah. Dalam metode ceramah ini murid duduk, melihat dan mendengarkan serta percaya bahwa apa yang di ceramahkan guru itu adalah benar. Murid mengutip ihtisar ceramah semampu murid itu sendiri dan menghafalnya tanpa ada penyelidikan lebih lanjut oleh guru yang bersangkutan[4].
b.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antar guru dan murid. Guru bertanya dan murid menjawab, atau murid bertanya dan guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbale balik secara langsung antar guru dan murid. Manfaat terpenting adalah guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang telah di ceramahkan[5].
c.       Metode Diskusi
Diskusi pada dasarnya adalah saling menukar informasi, pendapat dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tetang sesuatu, atau untuk mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama. Oleh karena itu, diskusi bukanlah debat, karena debat adalah perang mulut, beradu argumentasi, beradu paham, dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pahamnya sendiri[6].
Metode ini biasanya erat kaitannya dengan metode lainnya, misalnya metode ceramah, karya wisata dan lain-lain karena metode diskusi ini adalah bagian yang terpenting dalam memecahkan suatu masalah[7].
d.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasiadalah metode pembelajaran yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik[8].
Dengan metode demonstrasi guru atau murid memperlihatkan pada seluruh anggota kelas sesuatu proses, misalnya bagaimana cara shalat yang sesuai dengan ajaran atau contoh Rasulullah saw.[9]
e.       Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
Yang dimaksud metode ini adalah suatu cara dalam proses pembelajaran bilaman guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut di pertanggung jawabkan kepada guru. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas bisa dilaksanakan di rumah, di sekolah, di perpustakaan, dan di tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok. Oleh karena itu, tugas dapat diberikan secara individual, atau secara kelompok[10].

f.       Metode Sosio Drama (Role Playing)
Metode sosio drama atau role playing dapat di katakan sama artinya. Dan dalam pemakaiannya sering di silih gantikan. Sosio drama pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.
Kalau drama atau sandiwara itu dilakukan oleh sekelompok orang untuk memainkan suatu cerita yang telah disusun naskah ceritanya dan di pelajari sebelum di mainkan. Adapun pelakunya harus memahami lebih dahulu tentan gperanan masing-masing yang akan di bawakan. Sedangkan metode sosio drama juga sama dengan drama atau sandiwara, akan tetapi tidak di siapkan naskahnya lebih dahulu. Tidak pila di adakan pembagian tugas yang harus mengalami latihan terlebih dahulu[11].
g.      Metode Drill (Latihan)
Penggunaan istilah “latihan” sering di samakan artinya dengan istilah “ulangan”. Padahal maksudnya berbeda. Latihan bermaksud agar pengetahuan dan kecakapan tertentu dapat di miliki dam di kuasai sepenuhnya oleh pesert adidik. Sedagkan ulangan hanyalah untuk sekedar mengukur sejauh man dia telah menyerap pembelajaran tersebut[12].

h.      Metode Kerja kelompok.
Apabila guru dalam menghadapi anak didik di kelas merasa perlu membagi-bagi anak didik dalam kelompok-kelompok untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menyerahkan suatu pekerjaan yang perlu di kerjakan bersama-sama, maka cara tersebut dinamakan metode kerja Kelompok[13].
i.        Metode Proyek
Metode ini di sebut juga dengan tehnik pembelajaran unit. Anak didik di suguhi bermacam-macam masalah dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dengan mengikuti langkah-langkah tertentu secara ilmiah, logis dan sistematis. Cara demikian adalah tehnik yang modern, karena mired tidak bisa begitu saja menghadapi persoalan tanpa pemikiran-pemikiran ilmiah[14].
j.        Metode Problem Solving (Pemecahan masalah)
Metode Problem Solving (pemecahan masalah) merupakan suatu metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan persoalan-persoalan tertentu. Metode ini bukan hanya sekedar metode pembelajaran biasa tetapi juga merupakan metode berpikir, sebab dalam problem solving, dapat menggunakan metode-metode lainnya yang di mulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan[15].
k.      Metode Sistem Regu (team teaching)
Team Teaching pada dasarnya ialah metode mengajar, dua orang guru atau lebihbekerja sama mengajar sebuah kelompok siswa. Jadi kelas di hadapi beberapa guru.
Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa berisi guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang-orang luar yang di anggap perlu sesuai dengan keahlian yang di butuhkan[16].
l.        Metode Karyawisata (Field trip)
Metode Karya wisata merupakan perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman secara langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah.
Karyawisata dalam arti pembelajaran mempunyai arti sendiri yang berbeda denga karyawisata dalam arti umum. Kerayawisata disini berarti, kunjungan di luar kelas dalam rangka belajar. Sebagai contoh, mengajak siswa kebalai desa untuk mengetahui jumlah penduduk dan susunannya pada desa tersebut, selama satu jam pe;ajaran. Jadi, karyawisata diatas tidak mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disenut stady tour.


[1]. Ismail SM, M. Ag. Strategi Pembelajaran Agama Islam berbasis PAIKEM, Rasail media Group, Semarang, 2008, Hlm 7.
[2]. Dr. Hamzah B. Uno. M.Pd.(2) Perencanaan Pembelajaran, Pt. Bumi Aksara, Jakarta, Cet. IV, 2008, Hlm. 2
[3]. Ismail SM, M. Ag. Op.cit. Hlm 19
[4] . Dr. Zakiyah Daradjat,dkk. (2) Op.cit. Hlm.289
[5] . Ismail SM, M. Ag. Op.cit. Hlm. 20
[6] . Ibid.
[7] . Dr. Zakiyah Daradjat,dkk. (2) Op.cit. Hlm.292
[8] . Ismail SM, M. Ag. Op.cit. Hlm. 20
[9] . Dr. Zakiyah Daradjat,dkk. (2) Op.cit. Hlm.296
[10] . Ismail SM, M. Ag. Op.cit. Hlm.21
[11] . Ibid.
[12] . Ibid.
[13] . Ibid. Hlm. 22
[14] . Ibid.
[15] . Ibid.
[16] . Ibid.

Terkait

Description: Konsep Metodologi Pembelajaran PAI Rating: 4.5 Reviewer: Firman Wa Firli ItemReviewed: Konsep Metodologi Pembelajaran PAI
Al
Mbah Qopet Updated at: 23.29

0 komentar:

Posting Komentar